Sabtu, 15 Agustus 2009

STRATEGI-STRATEGI DALAM PEMBELAJARAN

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

STRATEGI-STRATEGI DALAM PEMBELAJARAN

Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif. Strategi belajar dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu :

a. Strategi Mengulang (Rehearsal)

Strategi mengulang terdiri dari strategi mengulang sederhana (rote rehearsal) dengan cara mengulang-ulang dan strategi mengulang kompleks dengan cara menggaris bawahi ide-ide utama (under lining) dan membuat catatan pinggir (marginal note).

b. Strategi Elaborasi

Elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna, oleh karena itu membuat pengkodean lebih mudah dan lebih memberi kepastian.(Nur,2000:30). Strategi ini dapat dibedakan menjadi : 1). Notetaking (pembuatan catatan); pembuatan catatan membantu siswa dalam mempelajari informasi secara ringkas dan padat untuk menghafal atau pengulangan. Metode ini digunakan pada bahan ajar kompleks, bahan ajar konseptual dimana tugas yang penting adalah mengidentifikasi ide-ide utama.Membuat catatan memerlukan proses mental maka lebih efektif daripada hanya sekedar menyalin apa yang dibaca, 2) Analogi yaitu perbandingan-perbandingan yang dibuat untuk menunjukkan kesamaan antara cirri-ciri pokok sesuatu benda atau ide-ide, selain itu seluruh cirinya berbeda, seperti sistem kerja otak dengan komputer dan 3) Metode PQ4R adalah preview,question, read, reflect, recite dan review. Prosedur PQ4R memusatkan siswa pada pengorganisasian informasi bermakna dan melibatkan siswa pada strategi-strategi yang efektif.

c. Strategi Organisasi

Strategi Organisasi bertujuan membantu siswa meningkatkan kebermaknaan materi baru, terutama dilakukan dengan mengenakan struktur-struktur peng-organisasian baru pada materi-materi tersebut. Strategi organisasi mengidentifikasi ide-ide atau fakta-fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar. Strategi ini meliputi : 1). Pembuatan Kerangka (Outlining); dalam pembuatan kerangka garis besar, siswa belajar menghubungkan berbagai macam topik atau ide dengan beberapa ide utama, 2). Pemetaan ( mapping) biasa disebut pemetaan konsep di dalam pembuatannya dilakukan dengan membuat suatu sajian visual atau suatu diagram tentang bagaimana ide-ide penting atas suatu topik tertentu dihubungkan satu sama lain, 3) Mnemonics; berhubungan dengan teknik-teknik atau strategi-strategi untuk membantu ingatan dengan membantu membentuk assosiasi yang secara alamiah tidak ada. Suatu mnemonics membantu untuk mengorganisasikan informasi yang mencapai memori kerja dalam pola yang dikenal sedemikian rupa sehingga informasi tersebut lebih mudah dicocokkan dengan pola skema di memori jangka panjang. Contoh mnemonics yaitu : a). Chunking (pemotongan) b). Akronim (singkatan), c). Kata berkait (Link-work) : suatu mnemonics untuk belajar kosa kata bahasa asing.

d. Strategi Metakognitif

Metakognitif adalah pengetahuan seseorang tentang pembelajaran diri sendiri atau berfikir tentang kemampuannya untuk menggunakan strategi-strategi belajar tertentu dengan benar.(Arends, 1997:260). Metakognitif mempunyai dua komponen yaitu (1) pengetahuan tentang kognitif yang terdiri dari informasi dan pemahaman yang dimiliki seorang pebelajar tentang proses berfikirnya sendiri dan pengetahuan tentang berbagai strategi belajar untuk digunakan dalam suatu situasi pembelajaran tertentu, (2) mekanisme pengendalian diri seperti pengendalian dan monitoring kognitif. (Nur, 2000:41.


Adapun strategi pembelajaran untuk membantu daya ingat siswa adalah sebagai berikut:


A. DAFTAR TERFOKUS

Strategi ini yaitu daftar yang lebih memperhatikan siswa terhadap bagian-bagian yang sangat diperlukan dalam pelajaran dimana guru lebih mudah dalam mengevaluasi sejauh mana siswa memahami tingkat pelajaran yang dipahami.

Tujuan dalam strategi ini adalah:

a. meningkatkan daya ingat

b. meningkatkan kemampuan mendengar dan menyimak

c. lebih terfokus dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi

d. mempelajari fakta ilmu pengetahuan

Dalam melaksanakan strategi ini hendaknya memperhatikan

1. Stategi ini dapat digunakan sebelum, selama, ataupun setelah pelajaran dimulai.

2. Strategi ini cukup bermanfaat untuk mata pelajaran pelajaran penghantar

3. stategi ini cocok untuk memulai pelajaran agar siswa lebih terfokus perhatiannya kepada istilah, konsep, jargon yang akan dikembangkan.

4. strategi ini berguna untuk memfokuskan perhatian siswa kepada istilah atau konsep-konsep atau jargon-jargon yang selalu berhubungan dengan mata pelajaran

Langkah-langkah dalam strategi ini adalah sebagai berikut:

1. siapkan mata pelajaran yang hendak dipelajari

2. guru mempersiapkan kertas dan menulis kata dibagian atas yang berhubungan dengan materi yang dipelajari

3. guru memberikan waktu kepada siswa agar dapat memberikan penjelasan tentang materi yang telah dipelajari.


B. PETA KOSEP

Strategi ini adalah meminta siswa mensintesisi atau membuat satu gambar atau diagram tentang konsep-konsep utama saling berhubungan, yang ditandai dengan garis panah ditulis level yang membunyikan bentuk hubungan antara konsep-konsep utama itu.

Tujuan strategi peta konsep

1. Mengembangkan kemampuan menggambarkan kesimpulan-kesimpulan yang masuk akal

2. Mengembangkan kemampuan mensitesis dan mengintegrasikan informasi atau ide menjadi satu

3. Mengembangkan kemampuan berpikir secara holistik untuk melihat keseluruhan dan bagian-bagian

4. Mengembangkan kecakapan, strategi dan kebiasaan belajar

5. Belajar konsep-konsep dan teori-teori mata pelajaran

6. Belajar memahami perspektif dan nilai tentang mata pelajaran

7. Mengembangkan satu keterbukaan terhadap ide baru

8. Mengembangkan kapasitas untuk memikirkan kemandirian

Dalam melaksanakan strategi ini hendaknya memperhatikan:

1. Siswa mengerjakan tugas ini secara berpasangan atau kelompok kecil sebelum atau sesudah dievaluasi

2. Setelah siswa mengerjakan tugas, mintalah mereka mengerjakan sekali lagi dalam dua atau tiga rangkuman tetapi tetap dalam bentuk yang singkat, padat dan jelas

3. Gunakanlah strategi ini beberapa kali untuk merangkum bab-bab yang berbeda

4. Strategi ini cocok untuk menggantikan ringkasan bersifat naratif atau tulisan naratif yang panjang

5. Siswa yang lebih menyenangi gambar-gambar, mereka dapat memanfaatkan strategi ini untuk membuat ringkasan, peta materi pelajaran.


Langkah-langkah strategi peta konsep

1. Pilihlah satu masalah atau topik atau teks atau wacana atau bab sebagai bahan evaluasi atau assesmen

2. Mintalah siswa melakukan brain storming (curah gagasan) tentang masalah atau topik atau teks atau wacana itu sebanyak mungkin

3. Kemudian, mintalah siswa memilih konsep-konsep utama dari konsep keseluruhan tadi

4. Mintalah kembali siswa untuk menuliskan konsep-konsep utama di atas kartu secara terpisah-pisah

5. Kemudian, dengan kartu-kartu yang telah bertuliskan konsep utama, mintalah siswa untuk mencoba beberapa kali membuat satu gambar yang saling berhubungan antara konsep-konsep. Peta konsep bisa dalam bentuk vertikal atau horizontal. Mungkin juga siswa meletakkan konsep yang paling besar di tengah gambar

6. Pastikan siswa membuat garis penghubung antar konsep-konsep utama

7. Sebelum mengakhiri tugas siswa mintalah mereka menuliskan satu kata atau level di atas setiap garis penghubung

8. Tampilkan satu peta konsep yang anda buat sendiri sebagai bahan berbandingan dengan apa yang dikerjakan siswa

9. Setelah siswa mengerjakan tugas, kumpulkan dan siap untuk melakukan koreksi atau evaluasinya dengan kriteria yang sudah dibuat

10. Setelah dikoreksi, anda mengembalikannya kepada siswa.


C. BARIS-BARIS KOSONG

Strategi ini sangat baik untuk membantu siswa dalam membuat catatan dalam pembelajaran. Metode ini sangat baik untuk mendorong siswa agar aktif dalam mengikuti langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah.

Tujuan Pembelajaran Strategi Baris-Baris Kosong

1. Memahami langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah

2. Meningkatkan kemampuan mendengar dan menyimak

3. Mengembangkan kecapakan belajar, strategi dan kebiasan-kebiasan

4. Mempelajari fakta-fakta dalam ilmu pengetahuan.


Dalam melaksanakan strategi ini hendaknya memperhatikan:

1. Supaya belajar siswa lebih bagus, guru telah terlebih dahulu mempersiapkan permasalahan dan membuat langkah-langkah penyelesaian.

2. Baris-baris kosong ini sangat cocok untuk materi yang bersifat fakta-fakta dan prinsip-prinsip

3. Digunakan untuk kesimpulan materi atau permulaan materi pelajaran. Karena memberikan feedback, dan lebih mudah membaca pemahaman siswa.

4. Strategi ini sering digunakan dalam mata pelajaran matematika, ilmu pengetahuan alam ataupun sosial, hukum, sejarah, dan musik.

5. Sangat baik untuk sebuah tugas atau pekerjaan rumah.

Langkah-langkah Strategi Baris-Baris Kosong

1. Guru menyiapkan selembar kertas yang sudah terisi langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah dimana setiap langkah-langkah tersebut sebagian telah dikosongkan (outline)

2. Bagikan kertas tersebut kepada siswa

3. Siswa mulai melengkapi bagian kertas yang kosong tersebut sesuai dengan waktu yang telah ditentukan

4. Mengumpulkan pekerjaan siswa untuk dinilai sampai sejauh mana siswa menangkap informasi yang telah diberikan

Contoh:

Mata pelajaran : Matematika

Materi : Menyelesaikan pertidaksamaan linier satu variabel

Sebelum pertidaksamaan linier satu variabel, siswa telah terlebih dahulu mengenal persamaan linier satu variabel dan dapat menyelesaikannya. Setelah mempelajari persamaan linier satu varibel, siswa mulai mengerjakan pertidaksamaan linier satu varibel terlebih dahulu dengan bantuan langkah-langkah yang telah diberikan oleh guru.

Menyelesaikan pertidaksamaan linier satu variabel:

Tentukan penyelesaian dari pertidaksamaan 4x -2 < -2x + 6 !

Penyelesaian:

… - … + … < -2x + … - … kedua ruas ditambahkan dengan (...)

       … < -(…) + …        
   … + … < -(…) + …         kedua ruas ditambahkan dengan (...)
       … < …             
   … / … < … / …             kedua ruas dibagikan dengan   (...)
       x < …


D. MAKE – A MATCH

     Langkah-langkah :

a. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban

b. Setiap siswa mendapat satu buah kartu

c. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang

d. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)

e. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin

f. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya

g. Demikian seterusnya

h. Kesimpulan/penutup


E. THINK PAIR AND SHARE

Langkah-langkah :

a. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai

b. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru

c. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing

d. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya

e. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa

f. Guru memberi kesimpulan

g. Penutup



F. GROUP INVESTIGATION

  Langkah-langkah :

a. Guru menyiapkan sebuah tongkat

b. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paketnya

c. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya

d. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru

e. Guru memberikan kesimpulan

f. Evaluasi

g. Penutup


G. TALK STIK

  Langkah-langkah :

a. Guru menyiapkan sebuah tongkat

b. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paketnya

c. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya

d. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru

e. Guru memberikan kesimpulan

f. Evaluasi

g. Penutup


H. BERTUKAR PASANGAN

  Langkah-langkah :

a. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya

b. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya

c. Setelah selesai setiap pasangan bergabungdengan satu pasangan yang lain

d. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka

e. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula


I. SNOWBALL THROWING

  Langkah-langkah :

a. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan

b. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi

c. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya

d. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok

e. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit

f. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian

g. Evaluasi

h. Penutup


I. STUDENT FACILITATOR AND EXPAINING

  Langkah-langkah :

a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

b. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi

c. Memberikan kesempatan siswa/peserta untuk menjelaskan kepada peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya

d. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa

e. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu

f. Penutup

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar